banyak
temen-temen sekolah yang bilang aku anak aneh. Tapi meski begitu ada orang yang
paling mengerti aku, dan terima aku apa adanya. Dia adalah dinda, anak-anak
satu sekolah bilang dia adalah wanita yang sempurna. Tapi terkecuali cowok yang
aku sukai, tapi sayang dia terlalu sempurna buat aku.
Senin, 16 Maret 2015
Aku adalah Aku
Hai
perkenalkan nama gue Nadira, Nadira Putri Wibisana Anashtasya. Jangan kaget ya
kalau namaku panjang banget. Sampai-sampai guruku bilang, bisa-bisanya aku
mengambil nama orang satu jagat. Gila nggak tuh pemikiran. Buat aku itu
pemikiran yang gila pake banget. Kalau dipikir-pikir, buat apa coba gue
mengambil nama dari orang sejagat. Kurang kerjaan keles. Lebay amat sih. Itu si
Syahira Sahabatku
Jam menunjukkan tepat pukul
4 pagi. Mulai kurasakan ada seberkas cahaya yang
mencoba menembus kelopak mataku. Pasti ada yang mencoba menghentikan tidur ku
dengan cahaya mentari. Ternyata benar, ku lihat ibu membuka gorden kamar ku.
"Iya sayang, besok kita belinya ya?"
"Iya Ma."
efektif, aku pun berlari. Dan telah sampailah aku di sebelah sepeda ku. Perutku begitu
lapar karena tadi baru kumakan separuh dari bekal ku. Aku pun menghabiskan makanan
itu. Kemudian aku menaiki sepeda ku dan mengayuh sekuat tenaga agar segera sampai
ke rumah. Karena lapangan nya lumayan jauh, setelah setengah jam aku baru sampai.
Kulihat jam tanganku menunjukkan sudah pukul 12:30. Aku mengayuh kan sepeda sekuat
tenaga untuk secepatnya sampai rumah sekaligus mengejar kesempatan untuk sholat luhur.
mencoba menembus kelopak mataku. Pasti ada yang mencoba menghentikan tidur ku
dengan cahaya mentari. Ternyata benar, ku lihat ibu membuka gorden kamar ku.
Aku pun bangkit dari tidur,
yang begitu singkat, hanya empat jam. Karena perjalanan
panjang kami yang melelahkan. Dari dini hari hingga tengah malam. Dari kota yang
kecil ke kota yang besar nan indah. Sebuah kota yang bernama Angel City, entah
kenapa dinamakan sebagai Kota Malaikat. Mungkin karena keindahan alamnya.
Seperti salah satu Paradise Park yang kami kunjungi kemarin.
panjang kami yang melelahkan. Dari dini hari hingga tengah malam. Dari kota yang
kecil ke kota yang besar nan indah. Sebuah kota yang bernama Angel City, entah
kenapa dinamakan sebagai Kota Malaikat. Mungkin karena keindahan alamnya.
Seperti salah satu Paradise Park yang kami kunjungi kemarin.
Kamar ku sudah rapi, aku
segera berwudlu dan sholat subuh. Lalu aku bersepeda dengan
se-kotak makanan. Aku bersepeda sambil menikmati udara pagi. Hingga aku berhenti di
sebuah lapangan yang tampaknya sangat terawat. Aku pun turun dari sepeda, lari ke tengah
lapangan, dan memutar badan dalam keadaan mata tertutup. Aku menghirup udara dengan
lega, seperti mendapatkan jiwa yang baru, jiwa yang teramat tenang dan damai.
se-kotak makanan. Aku bersepeda sambil menikmati udara pagi. Hingga aku berhenti di
sebuah lapangan yang tampaknya sangat terawat. Aku pun turun dari sepeda, lari ke tengah
lapangan, dan memutar badan dalam keadaan mata tertutup. Aku menghirup udara dengan
lega, seperti mendapatkan jiwa yang baru, jiwa yang teramat tenang dan damai.
Ku berhentikan gerakan memutar
itu dan membuka mata. Kemudian aku duduk bersila
di atas rerumputan yang basah tersiram hujan semalam, aku pun memakan hingga habis
makanan yang kubawa. Dan aku kembali menenangkan pikiran. Setelah itu ku pejamkan
mata dan kubayangkan wajah orang yang sangat penting bagiku, dan selalu kurindukan
setiap saat untuk menceritakan semua yang kualami dan kurasakan.
di atas rerumputan yang basah tersiram hujan semalam, aku pun memakan hingga habis
makanan yang kubawa. Dan aku kembali menenangkan pikiran. Setelah itu ku pejamkan
mata dan kubayangkan wajah orang yang sangat penting bagiku, dan selalu kurindukan
setiap saat untuk menceritakan semua yang kualami dan kurasakan.
“Hai Syahira, sahabatku. Apa
kabar?” Itulah hal pertama yang ingin aku ucapkan jika
aku berjumpa dengannya. Seandainya jika aku bisa berbicara dengan siapa pun yang
jauh dari ku dengan telepati, orang yang pertama ingin ku ajak bicara adalah Syahira,
dia adalah sahabat karibku. Dari kecil sebelum kami menginjak usia sekolah kami selalu
bersama. Dan baru sekali ini kami dipisahkan.
aku berjumpa dengannya. Seandainya jika aku bisa berbicara dengan siapa pun yang
jauh dari ku dengan telepati, orang yang pertama ingin ku ajak bicara adalah Syahira,
dia adalah sahabat karibku. Dari kecil sebelum kami menginjak usia sekolah kami selalu
bersama. Dan baru sekali ini kami dipisahkan.
Aku kembali menenangkan diri
dan berfikir seolah aku mampu berbicara dengan Syahira
melalui hati kami.Tetap bersila dan memejamkan mata.
melalui hati kami.Tetap bersila dan memejamkan mata.
Hai Syahira, semoga saja
hatimu dapat mendengar ku. Aku ingin cerita tentang semua
tentang ku di sini. Syahira, di sini aku punya tetangga baru yang sangat ramah. Setiap akan
pergi aku disapa oleh mereka. Aku senang bisa tinggal di kota yang indah ini, tapi aku juga
sedih karena aku harus berpisah denganmu sahabatku. Hari ini adalah hari pertama ku di sini.
Dan lusa aku akan masuk ke sekolah baru ku, hanya itu yang bisa aku ceritakan sekarang.
Besok aku akan kembali kelapangan ini, sepulang dari sekolah. Dan menceritakan semua
yang terjadi padaku. Selamat tinggal Syahira, semoga suatu saat nanti kita berjumpa lagi ya?
tentang ku di sini. Syahira, di sini aku punya tetangga baru yang sangat ramah. Setiap akan
pergi aku disapa oleh mereka. Aku senang bisa tinggal di kota yang indah ini, tapi aku juga
sedih karena aku harus berpisah denganmu sahabatku. Hari ini adalah hari pertama ku di sini.
Dan lusa aku akan masuk ke sekolah baru ku, hanya itu yang bisa aku ceritakan sekarang.
Besok aku akan kembali kelapangan ini, sepulang dari sekolah. Dan menceritakan semua
yang terjadi padaku. Selamat tinggal Syahira, semoga suatu saat nanti kita berjumpa lagi ya?
Udara sudah mulai terasa
hangat, hari telah siang. Aku harus pulang, sebelum ayah dan
ibu mencari ku.
ibu mencari ku.
Aku pun membuka mataku. Tiba-tiba
mataku dikejutkan oleh seorang gadis kecil yang ada
di depanku. Entah dari mana dia berasal, aku tak mengenalnya. Sungguh ini adalah sesuatu
yang tak pernah ku duga. Gadis kecil yang cantik, dengan sepasang bola mata indah. Gerakan
matanya seolah mengamati ku. Seolah dia bertanya pada dirinya sendiri, siapa diriku dan apa
yang ku lakukan di sini. Gadis kecil itu datang dengan seorang ibu. Entahlah siapa ibu itu,
mungkin itu ibunya.
di depanku. Entah dari mana dia berasal, aku tak mengenalnya. Sungguh ini adalah sesuatu
yang tak pernah ku duga. Gadis kecil yang cantik, dengan sepasang bola mata indah. Gerakan
matanya seolah mengamati ku. Seolah dia bertanya pada dirinya sendiri, siapa diriku dan apa
yang ku lakukan di sini. Gadis kecil itu datang dengan seorang ibu. Entahlah siapa ibu itu,
mungkin itu ibunya.
“Hai aku Filsa, kau siapa?”
kata gadis kecil itu. Aku terdiam sejenak dalam kebingungan,
ada seorang anak kecil yang tak ku kenal. Dan dia mengajak ku berkenalan.“Namaku
Stargirl,” jawabku. Itu nama samaran ku.
ada seorang anak kecil yang tak ku kenal. Dan dia mengajak ku berkenalan.“Namaku
Stargirl,” jawabku. Itu nama samaran ku.
“Benarkah?“ katanya. “Ya,
begitulah,” kataku. Tiba-tiba Filsa mundur dan bertanya,
“Itu kucing?” dengan wajah ketakutan. “Iya ini kucing ku, namanya Katty. Coba kau
mendekat, jangan takut dia tidak akan menggigit kau. Dan elus-elus kepalanya, dia suka
itu.” Filsa pun memberanikan diri untuk mendekat dan membelai lembut Katty. "Wah,
kau benar kak dia tak menggigit ku. Dia sungguh menggemaskan." kata gadis itu sambil
membelai lembut Katty.
“Itu kucing?” dengan wajah ketakutan. “Iya ini kucing ku, namanya Katty. Coba kau
mendekat, jangan takut dia tidak akan menggigit kau. Dan elus-elus kepalanya, dia suka
itu.” Filsa pun memberanikan diri untuk mendekat dan membelai lembut Katty. "Wah,
kau benar kak dia tak menggigit ku. Dia sungguh menggemaskan." kata gadis itu sambil
membelai lembut Katty.
“Emm, maaf nak, apa kau
penduduk yang baru pindah itu ya?”
“Iya, Ibu. Memangnya
kenapa?” aku agak terkejut dengan pertanyaannya.
“Maafkan anakku jika dia
mengganggu mu,” kata ibu itu dengan begitu lembut. Aku
hanya bisa membalasnya dengan anggukan kepala sambil tersenyum.
"Ma, aku ingin juga kucing seperti ini, dia sangat lucu." Kata filsa tiba-tiba.hanya bisa membalasnya dengan anggukan kepala sambil tersenyum.
"Iya sayang, besok kita belinya ya?"
"Iya Ma."
Oh iya, aku hampir saja lupa
menyebutkan namaku. Namaku Renuka, ini nama asli ku
bukan nama samaran lagi. Hmm, aku menyebutkan padanya maksudku gadis kecil itu,
bahwa namaku adalah Stargirl. Karena aku selalu berharap bahwa aku bisa menjadi
bintang sirius yang selalu terang tak peduli bagaimana pun cuaca nya.
bukan nama samaran lagi. Hmm, aku menyebutkan padanya maksudku gadis kecil itu,
bahwa namaku adalah Stargirl. Karena aku selalu berharap bahwa aku bisa menjadi
bintang sirius yang selalu terang tak peduli bagaimana pun cuaca nya.
“Ya sudah kak aku mau
pulang, sampai jumpa kak,” Filsa kemudian berlari tanpa
mempedulikan jawabanku. “Iya,” jawabku.
mempedulikan jawabanku. “Iya,” jawabku.
“Sayang jangan lari, nanti kamu jatuh,” ibu
ini mengejar Filsa dengan sekuat tenaga.
Anak itu begitu lincah berlari.
Anak itu begitu lincah berlari.
“Aku akan hati-hati kok Ma,”
Lila terus berlari tanpa mempedulikan ibunya yang
berusaha mengejarnya. Dan mereka kini telah menghilang dari penglihatan ku.
Aku pun bergegas menuju
sepeda ku yang aku parkir di tepi lapangan. Agar waktu lebihberusaha mengejarnya. Dan mereka kini telah menghilang dari penglihatan ku.
efektif, aku pun berlari. Dan telah sampailah aku di sebelah sepeda ku. Perutku begitu
lapar karena tadi baru kumakan separuh dari bekal ku. Aku pun menghabiskan makanan
itu. Kemudian aku menaiki sepeda ku dan mengayuh sekuat tenaga agar segera sampai
ke rumah. Karena lapangan nya lumayan jauh, setelah setengah jam aku baru sampai.
Kulihat jam tanganku menunjukkan sudah pukul 12:30. Aku mengayuh kan sepeda sekuat
tenaga untuk secepatnya sampai rumah sekaligus mengejar kesempatan untuk sholat luhur.
Rabu, 28 Januari 2015
Aku Butuh
Aku selalu ada untukmu
Dan selalu coba mengerti kamu
Meski kau tak pernah mengerti aku
Aku butuh hmm.. di mengerti
Aku selalu ada untukmu
Selalu ada untukmu, meski kau tak pernah ada di dekatmu
Saat aku butuh...
Aku butuh cinta 2x
Aku memang tak pernah bisa, menjandi apa yang kau mau karna, kelemahanku
Aku, butuh, diterima, apa adanya....
Aku selalu ada untukmu
Selalu coba mengerti kamu
Hingga aku lelah, hingga aku bosan
Tak sanggup lagi... hadapi kamu
Reff :
Aku butuh cinta
Aku mengerti
Aku butuh diterima apa adanya...
Aku tak butuh janji
Hanya butuh kata pasti
Dalam hati ini oo...
Tapi tak kudapati
Kepastian hati ini
Selama denganmu, selama ini...
Back to reff
Aku butuh cinta, di mengerti, diterima apa adanya
Back to reff
Aku butuh
Dan selalu coba mengerti kamu
Meski kau tak pernah mengerti aku
Aku butuh hmm.. di mengerti
Aku selalu ada untukmu
Selalu ada untukmu, meski kau tak pernah ada di dekatmu
Saat aku butuh...
Aku butuh cinta 2x
Aku memang tak pernah bisa, menjandi apa yang kau mau karna, kelemahanku
Aku, butuh, diterima, apa adanya....
Aku selalu ada untukmu
Selalu coba mengerti kamu
Hingga aku lelah, hingga aku bosan
Tak sanggup lagi... hadapi kamu
Reff :
Aku butuh cinta
Aku mengerti
Aku butuh diterima apa adanya...
Aku tak butuh janji
Hanya butuh kata pasti
Dalam hati ini oo...
Tapi tak kudapati
Kepastian hati ini
Selama denganmu, selama ini...
Back to reff
Aku butuh cinta, di mengerti, diterima apa adanya
Back to reff
Aku butuh
Langganan:
Postingan (Atom)